Jumat, 18 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDampak Kerusakan Rambut karena Bahan Kimia
Beranda › Berita
Berita

3 Proses Kimia Utama Pemicu Rambut Bercabang

✍️ Dewi 🕒 18 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
perming2
perming2 Foto: theglamhouse.com

Ujung rambut yang terbelah menjadi tanda kerusakan. Tiga proses kimia utama seperti pewarnaan berulang, pelurusan, dan produk keras menjadi pemicu utama. Kamu bisa mengatasinya dengan perawatan rutin dan pencegahan yang tepat.

Rambut bercabang, atau dikenal sebagai trichoptilosis, adalah kondisi umum ketika ujung rambut terbelah menjadi dua atau lebih bagian.

Kondisi ini menyerupai ujung tali yang terurai, menjadi tanda kerusakan pada bagian ujung batang rambut.

Ujung rambut yang bercabang biasanya terasa kering, kaku, rapuh, serta mudah patah dan kusut.

Rambut juga tampak kusam dan kehilangan kilaunya karena lapisan pelindung terluar rambut (kutikula) rusak atau hilang, membuat inti rambut terbuka dan melemah.

1. Pewarnaan Rambut Berulang

Pewarnaan rambut berulang menjadi salah satu penyebab utama rambut bercabang. Produk pewarna rambut mengandung bahan kimia agresif yang bekerja mengubah pigmen rambut.

Proses ini menghilangkan melanin dari batang rambut, yakni pigmen alami dan bagian dari struktur kekuatan rambut.

Bahan kimia dalam cat rambut dapat mengikis lapisan pelindung alami rambut (kutikula), membuatnya kehilangan kekuatan dan kelembapan.

Struktur rambut menjadi rapuh, kering, kasar, dan rentan terbelah di ujungnya, terutama jika pewarnaan dilakukan tanpa jeda atau perawatan.

2. Proses Pelurusan, Pengeritingan, atau Bleaching Rambut Secara Kimiawi

Perawatan rambut profesional seperti pelurusan (smoothing), pengeritingan (perming), atau bleaching menggunakan bahan kimia kuat. Bahan-bahan ini bekerja mengubah ikatan alami pada struktur rambut.

Bahan kimia tersebut merusak lapisan pelindung rambut (kutikula) untuk menembus batang rambut dan mengubah bentuknya. Kerusakan kutikula membuat rambut kehilangan kilau, kelembutan, kelembapan, dan elastisitas alaminya.

Batang rambut menjadi rapuh, mudah patah, dan rentan mengalami ujung bercabang, sehingga jeda waktu antara perawatan disarankan.

3. Penggunaan Produk Perawatan Rambut Berbahan Kimia Keras

Beberapa produk perawatan rambut sehari-hari, termasuk sampo, kondisioner, atau produk styling, mengandung bahan kimia keras.

Contohnya adalah sulfat (Ammonium Lauryl Sulfate/ALS, Sodium Laureth Sulfate/SLES, Sodium Lauryl Sulfate/SLS) dan alkohol.

Sulfat merupakan deterjen kuat yang efektif menghilangkan minyak dari rambut, namun berisiko menghilangkan kelembapan alami.

Bahan-bahan ini dapat mengikis lapisan pelindung rambut (kutikula), menyebabkan rambut kehilangan kelembapan, menjadi kering, rapuh, dan mudah bercabang.

Paparan bahan kimia keras lainnya seperti kaporit di kolam renang juga dapat memperparah kerusakan rambut.

Selain proses kimiawi, rambut bercabang juga dapat dipicu oleh paparan panas berlebih.

Penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi seperti hair dryer atau catokan secara berlebihan menghilangkan kelembapan alami dan merusak lapisan pelindung rambut.

Pengaruh cuaca dan lingkungan juga berperan, seperti paparan sinar matahari langsung, angin, cuaca ekstrem, air klorin, atau air asin.

Semua ini dapat merusak struktur protein rambut dan menguras kelembapan alami.

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang di tempat yang sama secara terus-menerus menyebabkan tekanan kuat pada batang rambut.

Cara menyisir yang salah atau kasar, terutama saat rambut basah, juga merusak batang rambut dan menyebabkan ujungnya terbelah.

Frekuensi keramas yang terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami pelindung rambut. Sebaliknya, jarang keramas bisa menyebabkan penumpukan kotoran yang memicu rambut bercabang.

Kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, zinc, atau vitamin B juga melemahkan struktur rambut dari dalam. Menggosok rambut basah dengan handuk kasar turut merusak kutikula rambut.

Untuk mengatasi rambut bercabang, satu-satunya cara efektif adalah dengan memotong bagian ujung yang rusak. Tindakan ini disarankan setiap 6, 8 minggu sekali.

Penggunaan kondisioner setelah keramas dapat melembutkan rambut dan memudahkan diatur. Masker rambut juga penting setidaknya seminggu sekali untuk menambah kelembapan dan kehalusan rambut.

Membatasi penggunaan alat penata rambut panas menjadi langkah pencegahan penting. Kurangi frekuensi hair dryer atau catokan, dan selalu gunakan pelindung panas (heat protectant) jika harus memakainya.

Berhati-hati saat merawat rambut basah dianjurkan. Hindari menyisir terlalu keras dan keringkan rambut dengan lembut, misalnya menggunakan handuk microfiber.

Melindungi rambut dari paparan lingkungan dengan topi atau scarf saat terpapar sinar matahari dan polusi dapat membantu.

Mencukupi kebutuhan nutrisi rambut dengan makanan kaya protein, zat besi, zinc, dan vitamin B juga krusial.

Pilihlah produk perawatan rambut yang tepat, sesuai jenis rambut, dan tidak mengandung bahan kimia keras seperti sulfat dan alkohol.

Beri jeda waktu yang cukup antara satu perawatan kimia (pewarnaan, pelurusan, pengeritingan) dengan yang lainnya.

Hindari keramas terlalu sering; keramas setiap dua atau tiga hari sekali cukup untuk menjaga minyak alami rambut. Ini membantu mempertahankan kesehatan rambut.

Rambut bercabang adalah indikasi kerusakan rambut yang perlu ditangani agar tidak semakin parah.

Memahami penyebab dan menerapkan perawatan yang tepat penting untuk menjaga rambut tetap sehat, kuat, dan terawat.

Meskipun rambut bercabang tidak dapat diperbaiki tanpa dipotong, pencegahan dini melalui kebiasaan perawatan yang baik adalah kunci.

Langkah ini membantu menjaga kesehatan rambut secara optimal, pastikan kamu selalu memeriksa informasi terkini sebelum memutuskan perawatan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: hellosehat.com, sunsilk.co.id, halodoc.com, alodokter.com, okadoc.com, kompas.com, klikdokter.com, zalora.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update