Jumat, 18 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDampak Kerusakan Rambut karena Bahan Kimia
Beranda › Berita
Berita

3 Faktor Kimia Ini Menjadi Penyebab Utama Rambut Berminyak

✍️ Dewi 🕒 18 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
faktor10
faktor10 Foto: sindonews.com

Kelenjar sebasea yang terlalu aktif di kulit kepala menjadi penyebab utama rambut berminyak, kondisi di mana produksi sebum berlebih membuat rambut terlihat lepek dan kusam.

Sebum merupakan minyak alami yang penting untuk menjaga kelembapan serta melindungi rambut dan kulit kepala.

Namun, produksi sebum yang terlalu banyak dapat memicu berbagai masalah.

Rambut menjadi sulit diatur, tidak segar, dan bahkan bisa menimbulkan ketombe, bau tidak sedap, hingga jerawat di kulit kepala.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk memahami faktor-faktor kimia yang memengaruhinya.

1. Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon memainkan peran signifikan dalam mengatur produksi minyak pada kulit dan rambut. Perubahan kadar hormon dapat memicu kelenjar sebasea untuk menghasilkan sebum secara berlebihan.

Peningkatan kadar hormon androgen, terutama pada remaja, wanita yang sedang menstruasi, hamil, atau penderita PCOS, dapat meningkatkan produksi minyak di kulit kepala.

Selain itu, hormon estrogen dan progesteron yang tidak stabil pada wanita juga berkontribusi pada masalah ini.

Stres secara tidak langsung memengaruhi produksi minyak, karena saat stres tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat menyebabkan kelenjar sebasea menjadi terlalu aktif.

2. Kelenjar Sebasea yang Terlalu Aktif

Kelenjar sebasea adalah kelenjar mikroskopis yang terletak di bawah permukaan kulit, khususnya di wajah dan kulit kepala, dekat dengan folikel rambut.

Fungsi utamanya adalah memproduksi sebum, campuran kompleks lipid yang melumasi dan melindungi kulit serta rambut.

Pada orang dengan rambut berminyak, kelenjar sebasea bekerja terlalu aktif dan menghasilkan sebum dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Kondisi ini menyebabkan rambut cepat lepek dan berminyak, mengganggu penampilan dan kenyamanan.

3. Residu Produk Perawatan Rambut dan Kandungan Kimia yang Tidak Tepat

Penggunaan produk perawatan rambut yang tidak sesuai atau proses pembilasan yang kurang bersih dapat meninggalkan residu kimia di kulit kepala dan rambut.

Residu ini berpotensi menyumbat folikel rambut dan memicu kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak minyak.

Sampo atau kondisioner yang terlalu berat, mengandung silikon, atau tidak diformulasikan untuk rambut berminyak dapat memperparah kondisi.

Mengaplikasikan kondisioner langsung di akar rambut juga dapat menambah tumpukan residu, menyumbat pori-pori, dan membuat rambut semakin cepat lepek.

Selain tiga faktor kimia ini, rambut berminyak juga dapat disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari orang tua.

Terlalu sering keramas dapat menghilangkan minyak alami kulit kepala, yang kemudian memicu kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak sebum sebagai respons.

Pola makan tidak seimbang, seperti mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, berminyak, atau terlalu manis, juga dapat memengaruhi produksi sebum.

Kebiasaan sering menyentuh, menggaruk, atau menyisir rambut dapat mentransfer minyak dan kotoran dari tangan, serta merangsang kelenjar minyak.

Cuaca panas dan kelembapan, seperti iklim tropis, dapat memicu kelenjar keringat dan minyak berproduksi bersamaan, menyebabkan rambut lebih cepat lepek.

Penggunaan penutup kepala seperti hijab, topi, atau helm yang terlalu lama dapat memerangkap panas dan keringat, memicu produksi minyak berlebih.

Jenis rambut lurus atau tipis juga cenderung lebih mudah terlihat berminyak karena sebum lebih mudah menyebar ke seluruh helai rambut.

Untuk mengatasi rambut berminyak, pemilihan sampo khusus disarankan, seringkali mengandung bahan seperti _tea tree oil_, _mint_, _salicylic acid_, atau _charcoal_ untuk membersihkan minyak berlebih.

Beberapa produk seperti Kerastase Specifique Bain Divalent mengandung asam salisilat dan lipacid, sementara Neutrogena Anti-Residue Shampoo juga menjadi pilihan.

Harga untuk Furastasse Scalp Essence Tonic berkisar sekitar Rp444.000 dan Neutrogena Anti-Residue Shampoo sekitar Rp166.000. Harga-harga ini merupakan gambaran per September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Keramaslah dengan benar, coba setiap dua hari sekali atau sesuai kebutuhan, dan bilas rambut hingga benar-benar bersih dengan air dingin untuk menghindari residu.

Perhatikan penggunaan kondisioner dengan hanya mengaplikasikannya pada batang dan ujung rambut, hindari akar rambut dan kulit kepala.

Pilih produk perawatan rambut yang ringan dan bebas silikon, serta manfaatkan masker rambut alami seperti cuka apel, lidah buaya, atau teh hijau.

Hentikan kebiasaan menyentuh rambut terlalu sering, dan gunakan _dry shampoo_ atau bedak tabur sebagai solusi darurat untuk menyerap minyak berlebih.

Perhatikan pola makan dengan membatasi konsumsi makanan berminyak dan manis, serta kelola stres karena dapat memicu produksi minyak berlebih.

Pertimbangkan perawatan rambut tambahan seperti _creambath_ atau eksfoliasi kulit kepala 1-2 kali seminggu.

Memahami penyebab rambut berminyak, terutama faktor kimia, adalah kunci untuk menemukan solusi yang tepat.

Dengan kombinasi perawatan yang benar dan perubahan kebiasaan, rambut berminyak dapat diatasi untuk mendapatkan rambut yang lebih sehat dan tidak lepek.

Pastikan untuk memverifikasi informasi terkini sebelum memutuskan perawatan atau produk tertentu.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: hellosehat.com, liputan6.com, halodoc.com, clearhaircare.com, dove.com, cnfstore.com, naturalfarm.id, cnnindonesia.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update