Kekurangan Zat Besi Bisa Menyebabkan Rambut Rontok? Ini Penjelasan Lengkapnya
Rambut rontok bisa dipicu oleh banyak faktor, mulai dari stres, perubahan hormon, hingga kekurangan nutrisi. Salah satu penyebab yang sering tidak disadari adalah kekurangan zat besi.
Mineral penting ini memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk mendukung pertumbuhan rambut yang kuat dan sehat. Ketika kadar zat besi menurun, folikel rambut tidak memperoleh pasokan oksigen yang cukup sehingga siklus pertumbuhan rambut dapat terganggu.
Lantas, benarkah kekurangan zat besi dapat menyebabkan rambut rontok? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Mengapa Zat Besi Penting untuk Kesehatan Rambut?
Zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Folikel rambut termasuk jaringan yang membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi secara terus-menerus agar dapat menghasilkan rambut baru.
Saat tubuh mengalami kekurangan zat besi, distribusi oksigen menjadi tidak optimal. Akibatnya, folikel rambut memasuki fase istirahat lebih cepat sehingga rambut lebih mudah rontok dan pertumbuhannya melambat.
Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat memicu telogen effluvium, yaitu kerontokan rambut yang terjadi akibat gangguan pada siklus pertumbuhan rambut.
Gejala Kekurangan Zat Besi yang Perlu Diwaspadai
Rambut rontok bukan satu-satunya tanda tubuh kekurangan zat besi. Beberapa gejala lain yang sering muncul meliputi:
- Tubuh mudah lelah meski tidak banyak beraktivitas.
- Sering merasa pusing atau sakit kepala.
- Kulit tampak pucat.
- Kuku rapuh dan mudah patah.
- Jantung berdebar lebih cepat.
- Mudah sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.
- Sulit berkonsentrasi.
Apabila mengalami beberapa gejala tersebut bersamaan dengan kerontokan rambut yang cukup parah, sebaiknya lakukan pemeriksaan kadar hemoglobin atau ferritin melalui fasilitas kesehatan.
Penyebab Tubuh Mengalami Kekurangan Zat Besi
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kadar zat besi menurun, antara lain:
1. Kurang Mengonsumsi Makanan Kaya Zat Besi
Pola makan yang minim sumber zat besi menjadi penyebab paling umum. Misalnya jarang mengonsumsi daging merah, hati, ikan, telur, maupun sayuran hijau.
2. Menstruasi dengan Volume Darah Berlebih
Wanita yang mengalami menstruasi berat memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi karena kehilangan darah setiap bulan.
3. Pola Makan Vegetarian atau Vegan
Zat besi dari makanan nabati (non-heme) memang tetap bermanfaat, tetapi penyerapannya lebih rendah dibandingkan zat besi yang berasal dari produk hewani.
4. Gangguan Penyerapan Nutrisi
Beberapa penyakit pada saluran pencernaan, seperti radang usus, penyakit celiac, atau gangguan lambung tertentu, dapat menghambat penyerapan zat besi.
5. Kehamilan
Ibu hamil membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung pertumbuhan janin sehingga lebih rentan mengalami defisiensi apabila kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi.
Cara Mengatasi Rambut Rontok Akibat Kekurangan Zat Besi
Mengatasi rambut rontok akibat kekurangan zat besi harus dimulai dari memperbaiki kondisi tubuh secara menyeluruh.
Perbanyak Konsumsi Makanan Tinggi Zat Besi
Pilih makanan yang kaya zat besi agar kebutuhan harian tubuh terpenuhi.
Sumber zat besi hewani
- Daging sapi
- Hati ayam
- Ikan
- Telur
- Daging ayam
Zat besi dari sumber hewani lebih mudah diserap tubuh dibandingkan sumber nabati.
Sumber zat besi nabati
- Bayam
- Kangkung
- Kacang merah
- Kedelai
- Tahu
- Tempe
- Biji labu
Agar penyerapannya lebih maksimal, konsumsi bersama makanan yang kaya vitamin C.
Konsumsi Vitamin C Bersamaan dengan Zat Besi
Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi di dalam usus.
Beberapa sumber vitamin C yang baik antara lain:
- Jeruk
- Kiwi
- Stroberi
- Jambu biji
- Brokoli
- Paprika
Menggabungkan makanan kaya zat besi dengan vitamin C dapat membantu meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi tersebut.
Hindari Minum Teh atau Kopi Setelah Makan
Kopi dan teh mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi.
Sebaiknya beri jeda sekitar 1–2 jam sebelum atau sesudah makan jika ingin mengonsumsi minuman berkafein.
Gunakan Suplemen Zat Besi Sesuai Anjuran Dokter
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar zat besi sangat rendah, dokter mungkin akan meresepkan suplemen.
Hindari mengonsumsi suplemen zat besi tanpa pemeriksaan karena kelebihan zat besi juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Tetap Lakukan Perawatan Rambut yang Tepat
Selama proses pemulihan, rambut juga perlu dirawat agar tidak semakin mudah patah.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Menggunakan sampo yang lembut.
- Memakai kondisioner setelah keramas.
- Mengurangi penggunaan catokan dan hair dryer bersuhu tinggi.
- Tidak mengikat rambut terlalu kencang.
- Menyisir rambut secara perlahan menggunakan sisir bergigi jarang.
Berapa Lama Rambut Bisa Pulih?
Pertumbuhan rambut membutuhkan waktu sehingga hasilnya tidak bisa diperoleh secara instan.
Setelah kadar zat besi kembali normal, umumnya diperlukan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan hingga siklus pertumbuhan rambut membaik dan kerontokan mulai berkurang.
Lamanya proses pemulihan dapat berbeda pada setiap orang tergantung penyebab kerontokan, kondisi kesehatan, serta pola hidup yang dijalani.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami kondisi berikut:
- Rambut rontok lebih dari 100 helai setiap hari.
- Muncul area kebotakan pada kulit kepala.
- Kerontokan berlangsung selama beberapa bulan tanpa membaik.
- Disertai gejala anemia seperti lemas berat, sesak napas, atau pusing berkepanjangan.
- Rambut tetap rontok meski pola makan sudah diperbaiki.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah penyebabnya berasal dari kekurangan zat besi, gangguan hormon tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), penyakit autoimun, atau faktor genetik.
Baca Juga: Tips Traveling bagi Hijabers agar Rambut Tetap Terawat dan Anti Lepek
Kesimpulan
Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab rambut rontok yang sering tidak disadari. Kondisi ini terjadi karena folikel rambut tidak memperoleh pasokan oksigen yang cukup sehingga pertumbuhan rambut menjadi terganggu.
Kabar baiknya, masalah ini dapat diatasi dengan memenuhi kebutuhan zat besi melalui makanan bergizi, mengonsumsi vitamin C agar penyerapannya lebih optimal, menjalani pola hidup sehat, serta melakukan perawatan rambut yang tepat.
Jika kerontokan berlangsung dalam waktu lama atau disertai gejala anemia, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.