Senin, 14 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDampak Kerusakan Rambut karena Bahan Kimia
Beranda › Berita
Berita

6 Jenis Rambut Rontok yang Perlu Kamu Ketahui

✍️ Dewi 🕒 14 Sep 2026 👁️ 2x dibaca
Telogen Effluvium
Telogen Effluvium Foto: hairpalace.co.uk

Mengenali berbagai jenis rambut rontok adalah langkah awal untuk penanganan yang tepat. Dari telogen effluvium hingga alopecia areata, setiap kondisi memiliki penyebab dan solusi yang berbeda.

Rambut rontok adalah kondisi umum yang dialami banyak orang, baik pria maupun wanita.

Normalnya, setiap orang kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus alami pertumbuhan dan pelepasan rambut.

Namun, jika kerontokan rambut melebihi jumlah tersebut atau menyebabkan penipisan signifikan, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih serius.

Memahami berbagai jenis rambut rontok, penyebabnya, dan solusi yang tepat adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala.

1. Telogen Effluvium

Telogen effluvium adalah jenis kerontokan rambut sementara yang ditandai dengan penipisan rambut menyebar secara difus di seluruh kulit kepala.

Kerontokan ini seringkali terjadi tiba-tiba dan signifikan, biasanya sekitar dua hingga tiga bulan setelah tubuh mengalami "kejutan" atau stres fisik maupun emosional.

Meskipun rambut rontok berlebihan, folikel rambut tidak rusak permanen, dan rambut baru akan terus tumbuh kembali.

Kondisi ini dapat dipicu oleh stres fisik atau emosional, perubahan hormonal seperti kehamilan atau menopause, kekurangan nutrisi penting, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Mengidentifikasi dan mengatasi pemicu stres atau masalah kesehatan yang mendasari adalah kunci utama untuk pemulihan, di mana rambut biasanya akan tumbuh kembali dalam waktu tiga hingga enam bulan setelah pemicu diatasi.

2. Androgenetic Alopecia

Androgenetic alopecia, atau kebotakan pola pada pria dan wanita, merupakan jenis kerontokan rambut permanen yang paling umum dan bersifat genetik.

Pada pria, kerontokan biasanya dimulai dengan garis rambut yang mundur dan penipisan di area ubun-ubun.

Sementara pada wanita, kondisi ini cenderung berupa penipisan rambut difus di mahkota kepala, seringkali ditandai dengan belahan rambut tengah yang semakin lebar.

Penyebabnya adalah kombinasi faktor genetik dan pengaruh hormon androgen, khususnya dihidrotestosteron (DHT), yang menyebabkan folikel rambut mengecil seiring waktu.

Pengobatan bertujuan untuk memperlambat kerontokan dan merangsang pertumbuhan rambut, dengan pilihan umum termasuk minoxidil topikal dan finasteride oral untuk pria, yang lebih efektif jika dimulai sejak dini.

3. Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut mendadak dalam bentuk bercak melingkar seukuran koin di kulit kepala, wajah, atau bagian tubuh lainnya.

Dalam kasus yang lebih parah, kerontokan bisa meluas hingga seluruh rambut di kulit kepala atau seluruh tubuh.

Sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut yang sehat, meskipun folikel rambut tidak rusak permanen sehingga rambut berpotensi tumbuh kembali.

Stres diduga menjadi pemicu atau memperburuk kondisi ini, dan perawatan dapat meliputi suntikan steroid langsung ke area yang terkena, obat topikal, atau obat oral.

4. Traction Alopecia

Traction alopecia adalah jenis kerontokan rambut yang disebabkan oleh tarikan atau tegangan berulang dan berkepanjangan pada rambut.

Kerontokan ini paling sering terlihat di sepanjang garis rambut, seperti di dahi dan pelipis. Gejala awalnya bisa berupa radang folikel rambut, rambut patah, dan penipisan rambut.

Penyebab utamanya adalah gaya rambut yang terlalu ketat seperti kuncir kuda kencang, kepang, dreadlock, atau hair extension.

Menghentikan gaya rambut yang memberikan tarikan berlebihan adalah langkah pertama dan terpenting, karena dalam tahap awal kondisi ini seringkali reversibel dan rambut bisa tumbuh kembali.

5. Tinea Capitis

Tinea capitis, atau kurap kulit kepala, adalah infeksi jamur pada kulit kepala dan batang rambut menular.

Gejalanya meliputi bercak merah yang bengkak, ruam bersisik kering, gatal parah, dan kerontokan rambut berbentuk bercak.

Dalam beberapa kasus, dapat terbentuk kerion, yaitu benjolan berisi nanah yang nyeri, yang bisa menyebabkan jaringan parut dan kerontokan rambut permanen.

Infeksi ini disebabkan oleh jamur dermatofita yang dapat menyebar melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau melalui benda-benda terkontaminasi seperti sisir dan topi.

Pengobatan utama melibatkan penggunaan obat antijamur oral yang diresepkan oleh dokter, serta sampo obat untuk membantu mencegah penyebaran infeksi.

6. Trichotillomania

Trichotillomania adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan dorongan berulang dan tak tertahankan untuk mencabut rambut sendiri dari kulit kepala, alis, bulu mata, atau area tubuh lainnya.

Penderita seringkali merasakan ketegangan yang meningkat sebelum mencabut rambut dan perasaan lega atau puas setelahnya, menyebabkan area rambut menipis atau botak yang terlihat jelas.

Kondisi ini diklasifikasikan sebagai gangguan kontrol impuls dan sering dikaitkan dengan tingkat stres tinggi, kecemasan berlebihan, frustrasi, depresi, atau kebosanan akut.

Penanganan melibatkan terapi perilaku kognitif (CBT) dan strategi perubahan perilaku lainnya untuk membantu penderita mengelola dorongan mencabut rambut.

Berbagai faktor umum lain dapat menyebabkan rambut rontok, termasuk faktor keturunan, perubahan hormonal seperti kehamilan atau menopause, stres fisik dan emosional, serta kekurangan nutrisi.

Efek samping obat-obatan tertentu, kondisi medis seperti penyakit autoimun atau diabetes, dan gaya rambut yang memberikan tarikan berlebihan juga berkontribusi pada kerontokan rambut.

Solusi umum untuk mengatasi rambut rontok bergantung pada penyebabnya, meliputi perubahan gaya hidup, nutrisi seimbang, penggunaan produk perawatan rambut yang tepat, hingga obat-obatan dan tindakan medis yang direkomendasikan dokter.

Rambut rontok bisa menjadi masalah yang mengkhawatirkan, namun dengan pemahaman yang tepat mengenai jenis dan penyebabnya, kamu dapat menemukan solusi yang efektif.

Penting untuk tidak panik dan segera berkonsultasi dengan ahli dermatologi atau dokter jika mengalami kerontokan rambut yang berlebihan atau tidak biasa.

Penanganan dini dan tepat akan membantu menjaga kesehatan rambut dan mengembalikan kepercayaan diri. Pembaca memastikan sendiri informasi terkini sebelum memutuskan perawatan.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, halodoc.com, emc.id, midcountyderm.com, southlakedermatology.com, dermnetnz.org, clevelandclinic.org, nih.gov.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update