6 Jenis Ketombe yang Perlu Kamu Ketahui
Kenali perbedaan antara enam jenis ketombe yang umum terjadi, mulai dari ketombe kering hingga dermatitis seboroik, untuk menemukan penanganan yang paling efektif dan menjaga kesehatan kulit kepala.
Lebih dari 50% populasi dunia menghadapi masalah kulit kepala yang umum dikenal sebagai ketombe.
Kondisi ini ditandai dengan pengelupasan sel kulit mati berwarna putih, seringkali disertai rasa gatal dan iritasi.
Mengenali jenis ketombe serta penyebabnya merupakan langkah krusial untuk menentukan penanganan yang tepat.
1. Ketombe Kering
Ketombe kering ditandai dengan serpihan kecil berwarna putih atau abu-abu yang halus dan mudah rontok dari rambut atau pakaian.
Kulit kepala terasa kering, kencang, dan gatal, namun intensitas gatalnya tidak terlalu parah.
Jenis ketombe ini seringkali disebabkan oleh kulit kepala yang kehilangan kelembapan ekstrem akibat dehidrasi, cuaca dingin dan kering, atau penggunaan produk perawatan rambut yang keras.
Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan sampo dan kondisioner yang melembapkan, mengurangi frekuensi keramas, serta menghindari produk rambut beralkohol dan air panas saat mencuci rambut.
2. Ketombe Berminyak/Basah
Berbeda dengan ketombe kering, jenis ketombe berminyak atau basah memiliki serpihan yang lebih besar, berwarna kekuningan, lengket, dan cenderung menempel di kulit kepala.
Kulit kepala akan terasa lepek, gatal, tidak nyaman, dan terkadang disertai bau tidak sedap.
Penyebab utamanya adalah produksi sebum atau minyak alami yang berlebihan di kulit kepala, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur Malassezia.
Solusi untuk ketombe ini melibatkan keramas rutin dengan sampo anti-ketombe yang mengandung zinc pyrithione atau selenium sulfide untuk mengurangi produksi sebum dan mengendalikan jamur.
3. Ketombe Akibat Jamur Malassezia
Ketombe ini muncul sebagai serpihan putih atau kekuningan yang sering disertai rasa gatal dan kemerahan pada kulit kepala.
Jamur Malassezia sebenarnya hidup alami di kulit kepala setiap orang, namun pertumbuhan berlebihnya, terutama pada kulit kepala yang berminyak dan lembap, dapat memicu iritasi.
Faktor pemicu pertumbuhan jamur berlebih meliputi sistem imun yang rendah, keringat berlebihan, konsumsi makanan manis, perubahan hormon, dan stres.
Penggunaan sampo antijamur dengan kandungan seperti ketoconazole, zinc pyrithione, selenium sulfide, atau climbazole dianjurkan untuk mengatasi jenis ketombe ini.
4. Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik adalah kondisi kulit kepala yang memerah, bersisik, dan menyebabkan ketombe membandel.
Serpihan yang muncul bisa berwarna putih atau kekuningan, lebih tebal dari ketombe biasa, dan terkadang menempel membentuk kerak di kulit kepala.
Kulit kepala akan terasa gatal, berminyak, lepek, dan dapat meradang, bahkan bisa memengaruhi area tubuh berminyak lainnya seperti wajah atau alis.
Kondisi ini diduga kuat terkait dengan pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan pada permukaan kulit berminyak serta respons peradangan tubuh.
Penanganan melibatkan sampo anti-ketombe dengan bahan aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, ketoconazole, atau asam salisilat, serta menjaga kebersihan dan mengelola stres.
5. Psoriasis Kulit Kepala
Psoriasis kulit kepala adalah penyakit autoimun kronis yang ditandai dengan bercak merah, menebal, dan bersisik perak yang dapat menyebabkan gatal ekstrem.
Serpihan pada jenis ini cenderung lebih tebal, kering, dan lebih sulit dilepaskan dibandingkan ketombe biasa, sering terlihat seperti sisik keperakan.
Kulit kepala bisa kering hingga pecah dan berdarah, bahkan menyebabkan kerontokan rambut sementara pada kasus parah.
Kondisi ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, mempercepat pertumbuhan sel kulit.
Produk bebas yang mengandung asam salisilat dan tar dapat membantu melunakkan dan mengangkat sisik, namun konsultasi dengan dokter kulit penting untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.
6. Ketombe Akibat Alergi Produk Rambut
Ketombe jenis ini seringkali muncul sebagai reaksi iritasi atau alergi terhadap bahan kimia keras dalam produk perawatan rambut tertentu.
Kulit kepala akan terasa gatal, kemerahan, dan muncul serpihan setelah menggunakan atau mengganti produk seperti hair spray, gel, pomade, pewarna rambut, atau sampo yang tidak cocok.
Untuk mengatasinya, kamu perlu segera menghentikan penggunaan produk yang dicurigai sebagai pemicu alergi. Disarankan untuk memilih produk perawatan rambut yang lembut dan diformulasikan khusus untuk kulit kepala sensitif.
Memahami berbagai jenis ketombe beserta penyebabnya adalah kunci untuk menemukan solusi yang efektif.
Selain penanganan spesifik, menjaga kebersihan rambut, mengelola stres, dan memperhatikan diet seimbang juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit kepala.
Selalu pastikan untuk mencari informasi terkini atau berkonsultasi dengan ahli jika masalah ketombe tidak membaik.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: sakraworldhospital.com, headandshoulders.co.id, grid.id, alodokter.com, halodoc.com, clearhaircare.com, antaranews.com, diricare.com.
