Selasa, 01 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDampak Kerusakan Rambut karena Bahan Kimia
Beranda › Berita
Berita

Sering Dianggap Sepele, Kebiasaan Mengikat Rambut Terlalu Kencang Bikin Batang Rambut Kaku dan Patah

✍️ Dewi 🕒 01 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
ikat rambut berbahan (scrunchie)
ikat rambut berbahan (scrunchie) Foto: atomefinance.co.id

Bagi sebagian besar orang, menguncir atau mengikat rambut adalah solusi paling praktis untuk merapikan penampilan dalam sekejap. Baik saat berolahraga, bekerja, maupun sekadar beraktivitas di rumah, gaya rambut kuncir kuda (ponytail), sanggul (bun), atau kepangan sering menjadi pilihan utama. Namun, di balik kepraktisannya, ada kebiasaan yang kerap dianggap sepele padahal berdampak buruk bagi kesehatan rambut: mengikat rambut terlalu kencang dan menggunakan jenis ikat rambut yang tidak tepat.

Kebiasaan menarik helaian rambut secara berlebihan setiap hari memberikan tekanan mekanis yang konstan pada kulit kepala dan struktur rambut. Jika dilakukan terus-menerus, ikatan kencang ini tidak hanya memicu rasa pusing atau sakit kepala, tetapi secara perlahan merusak integritas fisik rambut dari pangkal hingga ke ujungnya.

Mengapa Ikat Rambut Kencang Merusak Batang Rambut?

Batang rambut manusia terdiri dari tiga lapisan utama: kutikula (lapisan terluar yang melindungi), korteks (lapisan tengah yang memberikan kekuatan dan elastisitas), dan medula (lapisan paling dalam). Ketika kamu mengikat rambut sangat kencang, gaya tarik yang kuat menciptakan gesekan keras pada lapisan kutikula.

Kutikula rambut sejatinya bersusun seperti sisik ikan. Gesekan berulang akibat karet ikatan yang ketat menyebabkan sisik-sisik kutikula ini terkelupas atau terbuka. Saat perlindungan kutikula rusak, kelembapan alami di dalam korteks akan menguap. Akibatnya, batang rambut kehilangan fleksibilitas dan elastisitas alaminya, berubah menjadi sangat kaku, kasar, dan mudah patah di area bekas ikatan.

Selain itu, tekanan yang menumpuk di area ikatan yang sama (friction point) membuat struktur protein keratin pada korteks melemah. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang menemukan rambut mereka patah persis di bagian tengah, tempat biasa mereka memasang kunciran.

Dari Rambut Patah Hingga Bahaya Traction Alopecia

Dampak buruk ikatan kencang tidak berhenti pada kerusakan batang rambut. Tarikan yang terus-menerus pada folikel (akar rambut) di kulit kepala dapat memicu kondisi medis yang disebut traction alopecia. Kondisi ini ditandai dengan penipisan garis rambut, terutama di area garis dahi dan pelipis.

Pada tahap awal, traction alopecia ditandai dengan rasa nyeri di kulit kepala, kemerahan, atau munculnya benjolan kecil menyerupai jerawat di sekitar folikel. Jika kebiasaan mengikat kencang tidak segera dihentikan, folikel rambut dapat mengalami kerusakan permanen dan berhenti menumbuhkan rambut baru.

Tanda-Tanda Rambut kamu Mengalami Stres Akibat Ikatan

  • Bekas Ikatan Sulit Hilang: Saat kunciran dilepas, rambut mempertahankan bentuk lekukan ikatan dalam waktu yang sangat lama dan terasa kaku saat disentuh.
  • Banyak Rambut Patah Pendek: Terlihat banyak helai rambut berukuran pendek yang patah di tengah, bukan rontok utuh dari akarnya.
  • Garis Rambut Muka Menipis: Area sekitar dahi dan pelipis mulai tampak lebih jarang atau mundur.
  • Kulit Kepala Terasa Nyeri: Adanya rasa tegang atau sensitif pada kulit kepala saat rambut dilepas di sore atau malam hari.

Tips Mencegah dan Mengatasi Kerusakan Rambut Akibat Ikatan

Untuk menjaga kesehatan dan kelembutan batang rambut tanpa harus mengorbankan kerapian penampilan, kamu dapat menerapkan langkah-langkah praktis berikut:

  • Gunakan Scrunchie atau Ikat Rambut Berbahan Sutra/Satin Hindari karet gelang biasa atau ikat rambut dengan sambungan logam. Pilih scrunchie berbahan sutra, satin, atau kain lembut yang minim gesekan sehingga tidak merusak kutikula.
  • Longgarkan Ikatan Rambut kamu Pastikan kamu masih bisa memasukkan satu atau dua jari di bawah ikatan rambut. Jika kulit kepala terasa tertarik atau dahi terasa tegang, artinya ikatan terlalu kencang.
  • Ubah Posisi Ikatan Secara Berkala Jangan mengikat rambut di titik yang sama setiap hari. Variasikan gaya rambut, misalnya selang-seling antara kuncir tinggi, kuncir rendah di leher, atau kepangan longgar untuk mendistribusikan tekanan.
  • Istirahatkan Rambut Saat Tidur Selalu lepas ikatan rambut saat hendak tidur. Biarkan rambut terurai bebas agar folikel dan batang rambut dapat bernapas serta beristirahat dari tekanan sepanjang hari.
  • Berikan Nutrisi Ekstra pada Batang Rambut Gunakan minyak rambut (hair oil), serum, atau kondisioner tanpa bilas (leave-in conditioner) pada area yang sering diikat untuk mengembalikan kelembapan dan memperkuat fleksibilitas batang rambut.

Kesimpulan

Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang memang terlihat sepele, tetapi dampak jangka panjangnya sangat nyata bagi kesehatan mahkota kamu. Mulai dari batang rambut yang kaku dan mudah patah hingga kerontokan permanen akibat traction alopecia, semua bisa terjadi hanya karena tekanan mekanis yang berlebihan secara terus-menerus. Dengan mengganti jenis ikat rambut, melonggarkan kunciran, dan memberi waktu bagi rambut untuk terurai bebas, kamu dapat mempertahankan kekuatan serta keindahan alami rambut tanpa mengorbankan kenyamanan harian.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update