5 Kebiasaan Sepele Pemicu Rambut Rontok yang Sering Diabaikan
Rambut rontok berlebihan seringkali disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang tidak disadari. Mengenali dan mengubah lima kebiasaan sepele ini dapat membantu menjaga kesehatan dan kekuatan rambut kamu.
Hingga 100 helai rambut secara alami rontok setiap hari dari kepala manusia, namun kerontokan berlebihan dapat menjadi masalah serius.
Kondisi rambut rontok yang melampaui batas normal ini seringkali mengganggu dan memengaruhi rasa percaya diri. Jika tidak ditangani dengan tepat, kerontokan dapat berujung pada penipisan rambut hingga kebotakan.
Selain faktor medis seperti genetik atau perubahan hormon, banyak kebiasaan sepele sehari-hari yang ternyata menjadi pemicu utama kerontokan rambut.
Mengenali dan mengubah kebiasaan-kebiasaan ini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mahkota kepala kamu.
1. Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang, seperti kuncir kuda atau kepang yang ketat, secara terus-menerus memberikan tarikan konstan pada folikel rambut. Tarikan kuat ini dapat merusak folikel rambut dan mengurangi garis rambut seiring waktu. Tarikan yang kuat dan berkelanjutan pada akar rambut dapat menyebabkan kondisi yang disebut traction alopecia, di mana folikel rambut melemah secara permanen dan sulit menumbuhkan rambut kembali. Kamu bisa mengganti tatanan rambut secara berkala, hindari mengikat rambut terlalu kencang, dan gunakan ikat rambut yang lembut atau longgar. Biarkan rambut tergerai sesekali untuk mengurangi tekanan pada folikel.
2. Menggunakan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan
Penggunaan alat penata rambut yang menghasilkan panas tinggi seperti hair dryer, catokan lurus, atau catokan keriting secara intens dan berlebihan dapat merusak struktur rambut. Panas yang ekstrem mengikis lapisan terluar rambut, merusak keratin (protein utama pembentuk rambut), dan menghilangkan kelembapan alami rambut. Akibatnya, rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan rontok. Untuk mengatasinya, kurangi frekuensi penggunaan alat penata rambut panas. Jika harus menggunakannya, aplikasikan produk pelindung panas terlebih dahulu dan gunakan suhu yang lebih rendah. Lebih baik biarkan rambut kering secara alami.
3. Salah Menangani Rambut Basah dan Menyisir Kasar
Rambut berada dalam kondisi paling rentan saat basah. Menggosok rambut dengan handuk secara kasar atau menyisir rambut saat masih basah dengan paksa dapat menyebabkan kerusakan signifikan.
Saat basah, kutikula rambut sedikit terbuka, membuatnya lebih elastis namun juga lebih mudah patah atau putus.
Menyisir secara kasar atau dari akar saat rambut kusut dapat menarik paksa helai rambut dari folikelnya atau mematahkannya di tengah.
Kamu bisa mengeringkan rambut dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk, bukan menggosoknya. Sisir rambut saat sudah setengah kering atau benar-benar kering menggunakan sisir bergigi jarang.
Mulai sisir dari ujung rambut untuk mengurai kekusutan, lalu perlahan naik ke akar.
4. Mandi Air Hangat Terlalu Sering
Meskipun mandi air hangat terasa menenangkan, kebiasaan mencuci rambut dengan air yang terlalu panas secara rutin dapat berdampak negatif pada kesehatan rambut dan kulit kepala. Air panas dapat menghilangkan minyak alami pelindung rambut (sebum) yang berfungsi menjaga kelembapan dan kekuatan rambut. Akibatnya, rambut menjadi kering, rapuh, dan lebih rentan patah atau rontok. Suhu panas juga dapat memicu kulit kepala memproduksi minyak berlebihan, yang bisa merusak akar rambut. Untuk itu, gunakan air bersuhu suam-suam kuku atau bahkan air dingin untuk membilas rambut, terutama pada bilasan terakhir. Batasi frekuensi mandi air hangat dan hindari air yang terlalu panas saat keramas.
5. Kurang Asupan Gizi atau Diet Berlebihan
Pola makan yang tidak seimbang atau menjalani diet ketat yang ekstrem dapat memengaruhi kesehatan rambut secara signifikan.
Rambut sebagian besar terbuat dari protein, sehingga ketika tubuh kekurangan nutrisi penting, terutama protein, vitamin, dan mineral (seperti zat besi), tubuh akan mengalihkan energi dan nutrisi ke fungsi-fungsi vital, mengabaikan kebutuhan rambut.
Hal ini menyebabkan rambut tumbuh lebih tipis, rapuh, dan mudah rontok.
Kekurangan zat besi, yang sering terjadi pada penderita anemia, dapat mengurangi pasokan oksigen yang dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan rambut.
Pastikan untuk mengonsumsi makanan seimbang yang kaya protein (seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan), vitamin (terutama B kompleks, C, D, E), dan mineral (zat besi, seng).
Hindari diet ketat yang tidak menyediakan nutrisi esensial yang cukup.
Meskipun rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai faktor, lima kebiasaan sepele sehari-hari seringkali menjadi pemicu yang luput dari perhatian.
Dengan menyadari dan mengubah kebiasaan-kebiasaan di atas, kamu dapat secara signifikan mengurangi kerontokan rambut dan menjaga mahkota kamu tetap sehat dan kuat.
Menerapkan pola hidup sehat, memastikan asupan nutrisi yang cukup, dan melakukan perawatan rambut dengan lembut adalah kunci utama.
Jika kerontokan rambut kamu berlanjut atau memburuk meskipun telah mengubah kebiasaan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: tirto.id, alodokter.com, cnnindonesia.com, siloamhospitals.com, halodoc.com, kalbarprov.go.id, klikdokter.com.
