Jumat, 11 Sep 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDampak Kerusakan Rambut karena Bahan Kimia
Beranda › Berita
Berita

3 Masalah Kesehatan Utama Akibat Ketombe yang Perlu Diwaspadai

✍️ Dewi 🕒 11 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
ketombe-anddonehair
ketombe-anddonehair Foto: anddonehair.com

Ketombe seringkali dianggap remeh, padahal kondisi kulit kepala ini dapat memicu tiga masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

3 masalah kesehatan utama dapat muncul akibat ketombe yang tidak ditangani dengan baik, seringkali memengaruhi lebih dari sekadar penampilan rambut.

Ketombe adalah kondisi umum pada kulit kepala yang ditandai dengan munculnya serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan.

Serpihan ini mudah terlihat di rambut dan sering berjatuhan ke bahu, disertai rasa gatal pada kulit kepala.

Meskipun umumnya tidak menular dan jarang menimbulkan masalah kesehatan serius secara langsung, ketombe dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.

Lebih dari itu, ketombe juga bisa menjadi pemicu atau memperburuk beberapa kondisi kesehatan lain.

1. Dermatitis Seboroik

Ketombe yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi atau memperburuk dermatitis seboroik, yaitu gangguan kulit yang menyebabkan kulit kepala berketombe, bersisik, dan memerah.

Kondisi ini ditandai dengan kulit yang memerah dan berminyak, dilapisi oleh serpihan kulit kepala berwarna putih kekuningan.

Dermatitis seboroik juga bisa menyerang bagian tubuh lain yang memiliki banyak kelenjar minyak, seperti alis, hidung, belakang telinga, dada, dan selangkangan.

Dermatitis seboroik merupakan peradangan kronis pada kulit kepala yang disebabkan oleh respons berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap jamur Malassezia. Jamur ini secara alami ada di kulit kepala.

Minyak berlebih pada kulit kepala menjadi makanan bagi jamur ini, merangsang pengelupasan kulit kepala yang berlebihan.

2. Infeksi Sekunder

Ketombe seringkali menyebabkan rasa gatal yang intens pada kulit kepala.

Kebiasaan menggaruk kulit kepala secara terus-menerus dan terlalu keras akibat gatal dapat menyebabkan luka kecil atau iritasi pada kulit kepala.

Luka ini menjadi pintu masuk bagi bakteri dan jamur lain, memicu infeksi sekunder yang memerlukan perawatan medis.

Kulit kepala yang teriritasi dan terluka karena garukan menjadi lingkungan yang ideal bagi mikroorganisme patogen untuk berkembang biak.

Infeksi ini bisa memperparah kondisi kulit kepala, menyebabkan peradangan, kemerahan, bahkan munculnya cairan atau nanah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

3. Kerontokan Rambut yang Parah

Meskipun ketombe tidak secara langsung menyebabkan kerontokan rambut, rasa gatal yang ditimbulkannya dapat memicu kebiasaan menggaruk yang berlebihan.

Garukan yang kuat dan berulang-ulang dapat merusak folikel rambut dan menyebabkan rambut menjadi rapuh, sehingga mengakibatkan kerontokan rambut yang parah.

Pengelupasan kulit mati yang berlebihan juga dapat menyumbat pori-pori rambut dan menghambat pertumbuhan rambut yang sehat.

Kerontokan rambut akibat ketombe biasanya terjadi karena trauma fisik akibat garukan, bukan karena ketombe itu sendiri.

Jika ketombe disertai dengan kondisi seperti tinea capitis, yaitu infeksi jamur kulit kepala, kerontokan rambut bisa menjadi lebih signifikan dan memerlukan perhatian medis.

Ketombe dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertumbuhan jamur Malassezia globosa yang berlebihan secara alami di kulit kepala dapat memicu iritasi dan peningkatan produksi sel kulit.

Kulit kepala berminyak atau produksi sebum berlebih juga menjadi makanan bagi jamur Malassezia, memicu ketombe.

Selain itu, kulit kepala yang terlalu kering juga dapat menyebabkan pengelupasan sel kulit mati yang terlihat sebagai ketombe.

Kondisi kulit seperti dermatitis seboroik, psoriasis, dan eksim juga dapat memengaruhi kulit kepala dan menyebabkan peradangan serta pengelupasan.

Penggunaan produk rambut yang tidak tepat atau alergi terhadap bahan kimia tertentu juga bisa mengiritasi kulit kepala.

Frekuensi keramas yang tidak tepat, seperti tidak keramas secara rutin atau justru terlalu sering, dapat memengaruhi keseimbangan kulit kepala.

Stres juga dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan kondisi kulit kepala, serta memperburuk gejala ketombe.

Perubahan hormon, seperti saat pubertas, kehamilan, atau menopause, dapat memengaruhi produksi minyak di kulit kepala.

Untuk mengatasi ketombe, kamu bisa menggunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione, asam salisilat, selenium sulfida, ketoconazole, atau coal tar.

Bahan-bahan ini efektif mengendalikan jamur dan mengurangi pengelupasan kulit kepala.

Keramaslah secara teratur dan bilas rambut hingga bersih dari residu produk untuk membantu membersihkan minyak, keringat, debu, dan kotoran.

Mengelola stres juga penting karena stres dapat memperburuk ketombe. Lakukan teknik relaksasi seperti pernapasan, meditasi, atau yoga untuk mengurangi tingkat stres.

Beberapa perawatan alami seperti minyak kelapa, soda kue, lidah buaya, cuka sari apel, dan tea tree oil juga bisa membantu melembapkan, menenangkan, atau memiliki sifat antijamur untuk kulit kepala.

Hindari menggaruk kulit kepala terlalu keras. Pijat kulit kepala dengan lembut saat keramas menggunakan ujung jari, bukan kuku, untuk menghindari iritasi dan luka.

Menyisir rambut secara teratur juga membantu mengelupas kulit kepala secara alami dan meningkatkan sirkulasi darah di area tersebut.

Ketombe, meskipun sering dianggap masalah kosmetik, dapat memiliki dampak kesehatan fisik dan emosional jika tidak ditangani dengan tepat.

Memahami penyebab dan efek sampingnya adalah kunci untuk menemukan solusi yang efektif.

Dengan perawatan yang tepat dan gaya hidup sehat, masalah ketombe dapat dikendalikan untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut kamu.

Jika ketombe tidak membaik dengan perawatan rutin atau disertai gejala parah seperti kemerahan, bengkak, nanah, atau kerontokan parah, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, hellosehat.com, halodoc.com, grid.id, klikdokter.com, kalbarprov.go.id, clearhaircare.com, batamnews.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update