Selasa, 03 Nov 2026 #kerusakan rambut akibat bahan kimiaAtasi Kebotakan Pada RambutAtasi Kerontokan Pada RambutCara Melindungi Rambut saat Berenang di Kolam BerklorinDampak Kerusakan Rambut karena Bahan Kimia
Beranda › Berita
Berita

3 Makanan Pemicu Ketombe dan Cara Mengatasinya

✍️ Dewi 🕒 26 Sep 2026 👁️ 16x dibaca
pic10
pic10 Foto: dermazen.com

Ketombe adalah masalah kulit kepala umum yang dapat dipengaruhi oleh pola makan. Artikel ini mengulas tiga jenis makanan yang paling berperan memicu ketombe dan memberikan langkah-langkah pencegahan yang bisa kamu terapkan.

Ketombe adalah masalah kulit kepala umum yang ditandai serpihan kulit putih atau kekuningan, gatal, dan kadang kemerahan.

Selain faktor kebersihan dan jamur, pola makan juga memiliki dampak signifikan terhadap kondisi kulit kepala dan rambut secara keseluruhan.

Memahami hubungan antara makanan dan ketombe merupakan langkah penting untuk mengatasinya secara holistik.

Berikut adalah 3 jenis makanan yang paling berpengaruh pada rambut berketombe.

1. Makanan Tinggi Gula dan Pemanis Buatan

Permen, kue, minuman bersoda, es krim, cokelat manis, dan makanan olahan sering mengandung tambahan gula tersembunyi. Konsumsi gula berlebih dapat merusak keseimbangan mikroba kulit kepala dan memicu peradangan. Gula meningkatkan insulin yang dapat menciptakan lingkungan ideal bagi jamur Malassezia, penyebab ketombe, untuk berkembang biak. Asupan gula tinggi juga dapat menyerap vitamin B, C, dan E yang penting untuk kesehatan rambut dan kulit kepala, serta membuat kulit kepala lebih mudah berminyak.

2. Makanan Tinggi Lemak Jenuh, Gorengan, dan Junk Food

Burger, pizza, kentang goreng, ayam goreng tepung, daging berlemak, mentega, susu full cream, margarin, dan kue kering kemasan termasuk dalam kategori ini. Makanan jenis ini dapat memicu produksi minyak (sebum) berlebih pada kulit kepala. Sebum yang berlebihan menciptakan kondisi berminyak yang nyaman bagi pertumbuhan jamur Pityrosporum Ovale atau Malassezia, sehingga memperparah ketombe dan membuat rambut terasa lepek.

3. Produk Olahan Susu

Susu murni, keju, yogurt, mentega, dan es krim berbasis susu merupakan contoh produk olahan susu. Pada beberapa orang, protein kasein dalam susu dapat memicu peradangan.

Hormon IGF-1 dalam susu sapi juga dapat merangsang produksi sebum berlebih, menciptakan kondisi berminyak yang mendukung jamur penyebab ketombe.

Beberapa langkah dapat kamu lakukan untuk mencegah ketombe.

Jaga Kebersihan Kulit Kepala Secara Rutin

Kulit kepala yang jarang dibersihkan dapat menyebabkan penumpukan minyak, keringat, dan sisa produk rambut, yang memicu gatal dan ketombe.

Keramaslah secara rutin menggunakan sampo yang sesuai dengan jenis kulit kepala kamu. Jika kulit kepala berminyak, keramas setiap hari mungkin diperlukan.

Hindari menggaruk kulit kepala terlalu keras karena dapat merusak rambut.

Gunakan Sampo Antiketombe yang Tepat

Pilih sampo yang diformulasikan khusus untuk mengatasi ketombe. Sampo ini biasanya mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole yang efektif melawan jamur penyebab ketombe. Diamkan sampo di kulit kepala selama beberapa menit sebelum dibilas untuk hasil maksimal.

Kelola Stres dengan Baik

Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh, termasuk kemampuan tubuh dalam melawan infeksi jamur penyebab ketombe. Stres juga bisa memicu gejala dermatitis seboroik, salah satu penyebab umum ketombe.

Lakukan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga untuk mengendalikan stres.

Terapkan Pola Makan Sehat dan Seimbang

Selain membatasi makanan pemicu ketombe, penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi.

Asupan yang cukup dari zinc, vitamin B (seperti yang ditemukan dalam telur), omega-3 (dari ikan berlemak seperti salmon dan tuna), dan probiotik (dari yogurt atau makanan fermentasi) dapat membantu menjaga kelembapan kulit kepala, mendukung daya tahan tubuh, dan mengurangi peradangan.

Pertimbangkan Penggunaan Bahan Alami (Opsional)

Beberapa bahan alami memiliki sifat antijamur dan antiradang yang dapat membantu mengatasi ketombe. Lidah buaya mengandung zat aktif antibakteri dan antijamur, yang dapat dioleskan gelnya ke kulit kepala. Minyak kelapa kaya asam lemak yang menutrisi dan melembapkan kulit kepala, serta memiliki sifat antijamur. Cuka apel memiliki sifat antijamur dan membantu menyeimbangkan pH kulit kepala saat dicampurkan dengan air sebagai bilasan terakhir. Tea Tree Oil efektif mengurangi pertumbuhan jamur dan meredakan gatal saat dicampurkan beberapa tetes dengan sampo. Soda kue bertindak sebagai pengelupas ringan dan agen pengering yang mengurangi minyak berlebih saat ditaburkan pada rambut basah, dipijat, lalu dibilas.

Mengatasi ketombe membutuhkan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam tubuh.

Dengan membatasi konsumsi makanan pemicu dan menerapkan tips pencegahan yang tepat, kamu dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut agar terbebas dari ketombe yang mengganggu.

Jika ketombe tidak kunjung hilang atau semakin parah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: klikdokter.com, idntimes.com, jawapos.com, clearhaircare.com, gadis.co.id, favo.id, halodoc.com, dove.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update